Archive for the ‘Sebuah Catatan’ Category

Waktu terus berjalan dan suasana menjelang Ramadhan tahun ini yang tinggal hitungan hari sudah begitu kental terasa.

Suara petasan  saling bersahutan, yang dilempar di pertigaan jalan oleh bocah-bocah dengan wajah sumringah, para khotib di mimbar Jum’at hampir terdengar semuanya mengingatkan tentang keutamaan dan kekhususan Bulan Ramadhan, ucapan permohonan maaf yang membanjir di berbagai  jejaring media sosial, lalu orang-orang seperti terlihat sibuk bersih-bersih dan mempersiapkan diri.

Tiba-tiba, saya mengingat sebuah nama, dulu, beberapa tahun kebelakang ketika saat-saat menjelang Ramadhan tiba, orang ini selalu muncul dan melakukan sebuah gerakan dan perilaku yang aneh di halaman depan rumah orang tua saya….

Saedi, ya, namanya Saedi, saya tidak tahu artinya, hanya orang-orang kampung memanggilnya begitu. Dari cerita orang-orang, Saedi ini ketika remaja sampai sebelum menikah adalah orang normal seperti orang kebanyakan, tetapi saat menikah dan lalu karena kuasa Tuhan dihantam petir__sampai beberapa kali saat menggembala ternak itik di sawah__ Saedi mengalami perubahan menjadi orang yang tidak normal, Saedi menjadi gila. Lanjut Baca »

Iklan




%d blogger menyukai ini: