Orang Gila yang Mengingatkan….Siapa?

Waktu terus berjalan dan suasana menjelang Ramadhan tahun ini yang tinggal hitungan hari sudah begitu kental terasa.

Suara petasan  saling bersahutan, yang dilempar di pertigaan jalan oleh bocah-bocah dengan wajah sumringah, para khotib di mimbar Jum’at hampir terdengar semuanya mengingatkan tentang keutamaan dan kekhususan Bulan Ramadhan, ucapan permohonan maaf yang membanjir di berbagai  jejaring media sosial, lalu orang-orang seperti terlihat sibuk bersih-bersih dan mempersiapkan diri.

Tiba-tiba, saya mengingat sebuah nama, dulu, beberapa tahun kebelakang ketika saat-saat menjelang Ramadhan tiba, orang ini selalu muncul dan melakukan sebuah gerakan dan perilaku yang aneh di halaman depan rumah orang tua saya….

Saedi, ya, namanya Saedi, saya tidak tahu artinya, hanya orang-orang kampung memanggilnya begitu. Dari cerita orang-orang, Saedi ini ketika remaja sampai sebelum menikah adalah orang normal seperti orang kebanyakan, tetapi saat menikah dan lalu karena kuasa Tuhan dihantam petir__sampai beberapa kali saat menggembala ternak itik di sawah__ Saedi mengalami perubahan menjadi orang yang tidak normal, Saedi menjadi gila.

Setiap hari Saedi akan terlihat berjalan di sepanjang jalan desa sambil membawa karung berisi ribuan puntung rokok, dengan tatapan nanar dan wajah yang terlihat sedikit hitam, selalu menyapa orang-orang yang berpapasan dengannya. Mondar-mandir setiap hari dari ujung jalan desa ke ujung jalan desa lainnya sambil memunguti puntung rokok yang berserakan di pinggir jalan. Saat malam, dia menginap di gubuk kosong di pinggir jalan desa sambil mengumandangkan nyanyian raja dangdut rhoma irama yang terdengar sumbang di telinga.

Ketika saat menjelang Ramadhan tiba, satu minggu menjelang atau beberapa hari menjelang puasa dimulai, entah kenapa Saedi ini selalu mampir ke halaman depan rumah. Sambil komat kamit dengan bacaan yang terdengar tidak jelas, Saedi beraksi memutar-mutari pohon-pohon yang ada di halaman rumah. Entah berapa kali putaran, tangannya sesekali menepuk-nepuk batang pohon sambil mengeraskan bacaannya. Setelah terlihat puas mengitari pohon, Saedi lalu berjongkok sambil menengadahkan tangan ke atas, dari mulutnya terdengar lirih kumandang sholawat nabi, lalu tangannya seperti memberi simbol, meminta rokok dan makanan atau minuman. Tentu saja kalau saya sedang ada di rumah, saya akan memberikan beberapa batang rokok dan makanan sekedarnya, atau ibu saya akan membungkuskan nasi serta laukpauknya dan lalu memberikannya kepada Saedi.

Hampir setiap tahun, Saedi, __seingat saya saat saya sedang berada di kampung__, selalu berlaku seperti itu saat menjelang Ramadhan tiba, dan anehnya meski Saedi ini orang gila, dia seperti hapal betul kalau puasa Ramadhan akan segera tiba dan lalu mampir di halaman rumah sambil menjalankan sebuah perilaku yang saya tidak mengerti.

Suatu saat, ketika saya tidak berada di kampung karena ada pekerjaan di luar pulau, saya mendapat kabar dari ibu saya kalau Saedi telah mati, terkapar di gubuk kosong karena kelaparan….

Saedi telah mati, jejak yang terlihat jelas adalah begitu banyak puntung rokok di pinggir jalan yang tidak ada lagi orang peduli untuk mengambilnya, tidak ada lagi sapaan yang tulus ketika berpapasan dengan orang di jalanan desa, atau bahkan pohon-pohon meradang karena tidak ada yang mengingatkan atau tidak ada lagi yang menepuk-nepuknya saat bulan yang ditunggu-tunggu akan segera tiba, dan suara nyanyian sumbang di saat malam, berganti dengan deru bising ratusan knalpot motor.

Ingatan tentang Saedi ini terus menempel di kepala saya, ketika Ramadhan akan segera datang, Saedi akan mengingatkan dengan berperilaku aneh dengan hadir di halaman depan rumah___saya sempat berfikir dan bertanya di dalam hati…apa mungkin kalau Saedi sebenarnya berpura-pura gila ya, mengingat dia akan sangat hapal kalau bulan Ramadhan akan segera datang. Atau itu hanyalah sebuah isyarat saja dari Ke Maha Kuasaan Tuhan__ bukankah Yang Maha Kuasa akan mengingatkan dan memberikan pelajaran dari mana saja, bahkan melewati orang gila dari semacam Saedi?…. Ah sedikit limbung kepala saya kalau sudah ke arah sana, bagaimana kalau sedikit di balik supaya lebih faham.

Kalau orang gila saja bisa mengingat akan datangnya bulan Ramadhan dengan berkomat-kamit membaca bacaan (meski bacaannya terdengar tidak jelas), apalagi orang yang normal (orang yang tidak gila) bukan?sudah sepantasnya dan sepatutnya kalau orang yang mengaku normal menyambut Ramadhan dengan bersuka cita dengan beragam sambutan.

Olalalala…..saya bukan Muslim yang “Taat”, bahkan mungkin saya adalah Muslim yang mengaku-ngaku saja, rasanya sangat tidak pantas untuk memberikan nasihat tentang  ritual peribadatan, ini semata-mata untuk membangkitkan semangat saya saja untuk menyambut Ramadhan tahun ini.

Saat hampir semua orang bersuka cita, mempersiapkan diri, untuk bulan yang satu (Ramadhan) ini saya tidak mau ketinggalan, saya mau juga, mempersiapkan diri…..bukan sebagai tempat pelarian tetapi sesuatu yang mesti dilakukan.

Bersuka Cita, Bersimpuh, Bersujud, Memohon Ampunan….., dari Yang Maha Pemaaf atas segala Khilaf dan Dosa yang telah terlakukan…..baik yang disengaja maupun tidak, dan berharap mendapatkan satu tiket saja tentang kebaikan bulan Ramadhan dari Yang Maha Pemurah dan Yang Maha Pemberi.

Mohon maaf atas segala khilaf juga untuk orang-orang yang pernah berinteraksi, semoga ketulusan menjadi modal untuk saling faham dan mengerti….semoga ada ruang tentang jejak dan ingatan yang baik, tentang apa yang pernah terlakukan….

Selamat datang Ramadhan……

Selamat datang Kehidupan dan Pengharapan…

Keterangan : foto diambil dari sini 




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: