Terimakasih ya….

Saya selalu ingat ucapan dari seorang Gubernur Sumatera Utara yang sangat merakyat itu, ketika suatu saat diwawancara oleh sebuah media televisi nasional, (meski kalau tidak salah sekarang sedang terkena kasus ya) bahwa ;

“lisan yang bagus untuk kita dan orang lain itu hanya ada tiga saja kok, yaitu tolong, maaf dan terimakasih, itu saja, tidak ada yang lain” dan ternyata hal ini dibenarkan oleh para ahli komunikasi.

Para ahli komunikasi mengatakan bahwa ada tiga kata ajaib yang mampu membangun hubungan antar manusia, yaitu terimakasih (thank you), maaf (sorry), dan tolong (please). Dan dari ketiga kata itu yang memiliki kekuatan terbesar adalah kata “terimakasih”.

Konon, hal paling hakiki yang membedakan kualitas komunitas manusia satu dengan komunitas lainnya adalah kebiasaan penghuninya mengucapkan kata terima kasih.

Pada komunitas yang lebih sering mengucapkan terima kasih, angka perkelahian lebih rendah dan usia rata-rata penduduknya lebih tinggi, demikian sebaliknya.
Aura orang yang suka mengucapkan terima kasih, menurut orang bijak umumnya sejuk dan menularkan kedamaian bagi orang-orang di dekatnya.
Ungkapan rasa terimakasih sebenarnya merupakan ungkapan syukur kita kepada Tuhan atas Rahmat yang diberikan.

Orang yang jarang mengungkapkan rasa berterimakasih atau syukur kepada Tuhannya, tentu akan sulit sekali mengungkapkannya kepada orang lain.
Orang yang mengungkapan rasa berterimakasih secara tidak tulus diibaratkan seperti membungkus kado, tetapi kado tersebut tidak diberikan. Kita bisa merasakan ungkapan tulus seseorang melalui tatapan mata, senyuman atau gesture tubuh, kemudian tangan kita dijabat dan disampaikan ucapan terimakasih. Ungkapan rasa terimakasih yang tulus dapat mendorong seseorang menjadi percaya diri.

“David Rayback” mengatakan bahwa ungkapan terimakasih mampu mengikatkan dan menguatkan hubungan antarmanusia. Sebagai contoh orang tua bisa mengungkapkan terimakasih ketika anak dapat mengerjakan sesuatu, atau bahkan belum mampu menyelesaikan sesuatu. Dengan ucapan terimakasih ini anak akan menghargai orang tuanya dan si anak akan merasa dekat dan percaya dengan orang tuanya. Contoh yang lain kita bisa melakukannya pada teman yang telah membantu dan menolong atau bahkan ketika mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu atas apa yang kita minta, tetapi telah menunjukkan itikad baik untuk membantu. Ucapan terimakasih bisa menjadi jembatan hubungan komunikasi.

Terdapat kesamaan akar kata yang berasal dari bahasa latin, yaitu antara kata think (berpikir) dan thank (terimakasih). Seseorang hanya mampu berterimakasih dan mengungkapkannya dengan tulus ketika dia berpikir bahwa apa yang diterimanya saat ini adalah atas pertolongan orang lain. Oleh karena itu wajib berterimakasih, tanpa adanya pemikiran bahwa apa yang diterimanya merupakan pemberian orang lain, mustahil dia mengungkapkan rasa terimakasihnya dengan tulus. Terlepas dari apa motivasi seseorang memberikan sesuatu atau menolong kita, sudah selayaknya ungkapan terimakasih diungkapkan dengan tulus.

Ucapan terimakasih yang tulus akan muncul pada saat kita telah berbuat baik kepada orang lain dengan tulus juga. Jangan terlalu mengharapkan ucapan terimakasih dari orang lain, tetapi berupayalah terus menerus memberikan ucapan terimakasih yang proporsional kepada setiap kebaikan orang lain.

Jika kita mendapatkan pertolongan sekecil apapun dari seseorang maka sampaikanlah rasa terimakasih yang tulus,

Saya melalui tulisan ini juga ingin mengucapkan terimakasih kepada siapa saja yang telah dan pernah menolong dan memberikan bantuan kepada saya, di masa yang lalu atau kemudian di kehidupan yang akan kita jalani sama-sama kelak ke depan, juga kepada siapapun yang telah membaca tulisan ini, siapapun anda….

Terimakasih atas kebaikan anda semua dan semoga kebaikan yang pernah anda berikan mendapatkan imbalan yang setimpal dari Yang Maha Pemberi,………….  J))) sekali lagi, Terimakasih ya…….




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: