“……(masih) tentang kesedihan

Kesedihan adalah hasil suatu kejutan ; kesedihan adalah keterguncangan sementara dari suatu batin yang telah menetap, yang telah menerima rutinitas kehidupan. Terjadi sesuatu–kematian, kehilangan pekerjaan, kehilangan hubungan,  sanggahan terhadap kepercayaan yang dipegang erat–maka batin terguncang. Tetapi apa yang dilakukan oleh batin yang terguncang? Ia mencari jalan agar tidak terguncang lagi; ia mencari perlindungan di dalam kepercayaan lain, di dalam pekerjaan lain yang lebih mantap, di dalam sebuah hubungan yang baru.

Lagi-lagi gelombang kehidupan melanda dan memporakporandakan pengaman-pengaman yang telah dibangun, tetapi batin mencari lagi pertahanan lebih jauh; begitulah terus-menerus. Ini bukan cara yang cerdas bukan?

Tidak ada kompulsi lahiriah maupun batiniah yang bisa menolong. Semua kompulsi, betapa pun halus, adalah hasil ketidaktahuan; ia lahir dari keinginan untuk memperoleh ganjaran atau ketakutan akan hukuman.

Memahami seluruh hakikat perangkap itu berarti bebas darinya; tidak ada orang atau sistem yang dapat membebaskan. Keyakinan yang kuat sebagai adagium kebenaran-lah yang dapat menjadi satu-satunya faktor pembebas–tetapi harus dibaca, dan dilihat oleh mata dan mengalaminya sendiri, bukan sekadar dibujuk atau hanya sekedar katanya.

***(….) harus berjalan sendiri, menempuh lautan tanpa peta.****

**** J. Khrisnamurti

sumbergambar : ‘eyesclown’ blogspot.com




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: