Lubang Biopori…

Salah satu penyebab banjir di wilayah perkotaan pada waktu musim hujan adalah besarnya volume air yang mengalir di permukaan tanah dibandingkan dengan volume air yang diresapkan ke dalam tanah, karena permukaan tanah sudah ditutupi oleh aspal, beton, paving blok/conblok, dan lantai-lantai bangunan fisik.

Untuk itu salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mencegah meluapnya air hujan di dalam selokan/saluran drainase yang kemudian dapat menyebabkan genangan adalah  dengan pembuatan lubang biopori resapan.

Definisi dan pengertian lubang biopori menurut organisasi.org adalah lubang resapan vertikal di atas  permukaan tanah ke dalam tanah dengan diameter 10 sampai 30 cm dengan panjang 30 sampai 100 cm, ditutupi sampah organik yang berfungsi untuk menjebak air yang mengalir di sekitarnya sehingga dapat menjadi sumber cadangan air bawah tanah, tumbuhan di sekitarnya serta dapat juga membantu pelapukan sampah organik menjadi kompos yang bisa dipakai untuk pupuk tumbuh-tumbuhan.

Tujuan / Fungsi / Manfaat / Peranan Lubang Resapan Biopori :

  1. Memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah.
  2. Membuat kompos alami dari sampah organik daripada dibakar.
  3. Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit.
  4. Mengurangi air hujan yang dibuang percuma ke laut.
  5. Mengurangi resiko banjir di musim hujan.
  6. Maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah.
  7. Mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor.

Tempat yang dapat dibuat / dipasang lubang biopori resapan air :

  1. Pada alas saluran air hujan di sekitar rumah, kantor, sekolah, dsb.
  2. Di sekeliling pohon.
  3. Pada tanah kosong antar tanaman / batas tanaman.

Cara Pembuatan Lubang Biopori Resapan Air :

  1. Membuat lubang silindris di tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 30-100 cm serta jarak antar lubang 50-100 cm.
  2. Mulut lubang dapat dikuatkan dengan semen setebal 2 cm dan lebar 2-3 centimeter serta diberikan pengaman agar tidak ada anak kecil atau orang yang terperosok.
  3. Lubang diisi dengan sampah organik seperti daun, sampah dapur, ranting pohon, sampah makanan dapur non kimia, dsb. Sampah dalam lubang akan menyusut sehingga perlu diisi kembali dan di akhir musim kemarau dapat dikuras sebagai pupuk kompos alami.
  4. Jumlah lubang biopori yang ada sebaiknya dihitung berdasarkan besar kecil hujan, laju resapan air dan wilayah yang tidak meresap air dengan rumus = intensitas hujan (mm/jam) x luas bidang kedap air (meter persegi) / laju resapan air perlubang (liter / jam).

Untuk itu mari kita rame-rame membuat lubang biopori resapan di halaman rumah atau di pinggir jalan sesuai dengan kemampuan kita masing-masing……


  1. Tyas Wikan

    Kami SD Mangkubumen Lor Surakarta membuat lubang biopori untuk mengurangi banjir yang selalu menggenangi halaman sekolah………Kami akan menanyakan adakah perbandingan luas halaman dengan biopori yang harus kami buat? mksh……..

    • Idealnya ada bu, sesuai dengan rumusan yang dibuat oleh penemunya Ir. Kamir R Brata, MSc,

      Rumusnya adalah :
      Jumlah Lubang Resapan Biopori = Intensitas Hujan (mm/jam) x Luas Bidang Kedap atau Luas Halaman (m2) / Laju Peresapan Air Per Lubang (Liter/Jam)
      -Data intensitas hujan bisa ibu tanyakan dan dapatkan di BPS
      Kecamatan (Kecamatan dalam Angka)
      -Data luas halaman dalam meter persegi (data-nya ibu pasti punya :)) )
      -Data laju peresapan air sesuai dengan jenis tanah di tempat ibu secara
      umum bisa ibu tanyakan ke Dinas Geologi/Dinas Pertambangan
      Energi/Lingkungan Hidup setempat (provinsi/kabupaten).

      Untuk lebih jelasnya dan lebih lengkap tentang pembuatan Lubang Resapan Biopori ini, ibu juga bisa melihatnya di http://www.biopori.com yang dibuat oleh Tim Biopori IPB

      Kalau yang saya buat di halaman, tidak berdasarkan perhitungan ideal seperti rumus diatas karena hasilnya atau jumlah lubang yang harus dibuat terlalu banyak, saya ambil mudahnya, dengan membuat lubang2 ditempat-tempat yang airnya menggenang (pada saat musim hujan) untuk mengurangi atau meminimalisir genangan air sekaligus dimaksudkan untuk menggemburkan tanah (+membuat tanah selalu basah/lembab/mengandung air di musim kemarau), lubangnya saya buat dengan menggunakan linggis.
      Dalam pembuatan Lubang Resapan Biopori yang saya buat, lubang atasnya saya tutup oleh conblok bercelah seperti gambar di atas, supaya lubang tidak membahayakan (tidak membahayakan pejalan kaki/orang yang berjalan diatasnya)

      Saran saya untuk halaman yang tergenang, (seperti yang saya lakukan) sebelum ibu membuat Lubang Resapan Biopori adalah ibu harus memeriksa dan memperbaiki saluran drainase/selokan terlebih dahulu di sekitar halaman, kalau belum ada salurannya, sebaiknya lebih baik kalau saluran drainase halaman dibuat terlebih dahulu, karena kalau saluran drainase ini bagus dalam arti bisa mengalirkan air hujan dengan sempurna maka genangan air tidak akan terjadi, yang artinya Lubang Resapan Biopori tidak diperlukan untuk dibuat, karena salah satu guna dari Lubang Resapan Biopori adalah untuk meminimalisir genangan/banjir akibat dari tidak bagusnya atau tidak berfungsinya saluran drainase secara optimal (salurannya terlalu kecil atau salurannya mampet/tersumbat).

      Kecuali kalau pembuatan Lubang Resapan Biopori dimaksudkan untuk menggemburkan tanah dan membuat kompos, maka pembuatan Lubang Resapan Biopori menjadi pilihan yang baik untuk dilakukan, sebagai upaya untuk pemeliharaan tanah dan pelestarian lingkungan berkelanjutan.

      Demikian, semoga jawaban ini bisa membantu ibu ya….terimakasih, salam hijau……

  2. dear pak Dennyraditya
    Saya lagi cari cari informasi tentang lubang biopori terima kasih banyak kebetulan paving halaman rumah saya memang saya pasang yg ada lubangnya jadi nantinya tinggal dibongkar trus dibuat lubang , benernya aku pernah melihat ada alat spt clamshell tp manual untuk buat lubang sangat efektif karena bisa cepet …..tp aku kurang tahu persis belinya dimana….terima kasih banyak atas ilustrasinya semoga genangan di halaman rumah saya segera memperoleh solusi untuk mengeliminir limpasan permukaan air hujan yg tidak trertampung di saluran drainase yg tersedia




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: